"...Mereka bertindak dengan secara lebih agresif dengan mengubah kitab-kitab ini dengan menokok tambah ayat-ayat baru. Kitab2 dan kerangka shariat yang baru ini telah didakwa sebagai ajaran Allah (haza min 'indillah). Hakikatnya, kitab2 dan kerangka shariat yang baru ini, tidak lagi meneruskan misi tauhid Ibrahim..."
---------------
Sikap Pendokong “Millata-hum”
Allah telah memperingatkan Nabi Muhammad dan pengikutnya supaya jangan sekali2 mengikuti “millata-hum” kerana kepercayaan dan amalan mereka samasekali tidak akan mendapat perkenan dariNya.
Walaupun Allah telah menurunkan Torah dan Injil kepada Nabi Musa dan Isa, iaitu nabi2 yang datang selepas nabi ibrahim, namun pengikut2 mereka tidak lagi berupaya membaca kitab2 tersebut dengan cara membacanya dengan sebenar-benar bacaan (haqqa tilawatih). Mereka menjadikan agama yang diberi nama “Yahudi” dan “Nasrani” sebagai ajaran agama versi tersendiri dengan mencampur adukkannya dengan kepercayaan greek, babilon, mesir tua dan pelbagai adat-istiadat yang tiada kaitan sebagaimana yang tertulis didalam kitab Allah.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan redha kepadamu sehingga engkau menurut agama mereka (millata-hum). Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar". Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya pengetahuan kepadamu, maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepadamu. Orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan (tidak mengubah dan memutarkan maksudnya), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [2:120-121]
Pendokong “Millata-hum” mengubah Ayat Allah sesuka hati
Mereka bertindak dengan secara lebih agresif dengan mengubah kitab-kitab ini dengan menokok tambah ayat-ayat baru. Kitab2 dan kerangka shariat yang baru ini telah didakwa sebagai ajaran Allah (haza min 'indillah). Hakikatnya, kitab2 dan kerangka shariat yang baru ini, tidak lagi meneruskan misi tauhid Ibrahim.
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. [2:79]
Bersambung ke Bhg. 3…
No comments:
Post a Comment