----------------------
Millata-Ibrahim
Qur'an merujuk kepercayaan atau anutan Nabi Ibrahim sebagai Millah [1] Ibrahim. Dia bukan Yahudi mahupun Nasrani.
وَقَالُواْ كُونُواْ هُودًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُواْ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim (millata-ibrahim) yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik". [2:135]
Allah s.w.t selanjutnya menggesa Nabi Muhammad dan pengikutnya supaya mengikuti millah ibrahim.
قُلْ صَدَقَ اللّهُ فَاتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: "Benarlah Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim (millata-ibrahim) yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. [3:95]
“Millata-hum”
Millata-hum [2:120] adalah lawan millata-ibrahim. Ia adalah ajaran yang dibawa oleh pendita Yahudi dan Nasrani tetapi didakwa sebagai ajaran Allah. Pada satu ketika, pendita Yahudi dan Nasrani menggesa Nabi Muhammad mengikuti ajaran mereka kerana "kononnya" Nabi Ibrahim adalah pengasas ajaran2 tersebut.
Ada baiknya disini kita meneliti diri masing2 apakah kita benar2 menyusuri millah ibrahim atau “millata-hum” ?
Sikap Pendokong “Millata-hum”
Allah telah memperingatkan Nabi Muhammad dan pengikutnya supaya jangan sekali2 mengikuti “millata-hum” kerana kepercayaan dan amalan mereka samasekali tidak akan mendapat perkenan dariNya.
Walaupun Allah telah menurunkan Torah dan Injil kepada Nabi Musa dan Isa, iaitu nabi2 yang datang selepas nabi ibrahim, namun pengikut2 mereka tidak lagi berupaya membaca kitab2 tersebut dengan cara membacanya dengan sebenar-benar bacaan (haqqa tilawatih). Mereka menjadikan agama yang diberi nama “Yahudi” dan “Nasrani” sebagai ajaran agama versi tersendiri dengan mencampur adukkannya dengan kepercayaan greek, babilon, mesir tua dan pelbagai adat-istiadat yang tiada kaitan sebagaimana yang tertulis didalam kitab Allah.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan redha kepadamu sehingga engkau menurut agama mereka (millata-hum). Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar". Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya pengetahuan kepadamu, maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepadamu. Orang-orang yang Kami berikan Kitab kepada mereka, sedang mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan (tidak mengubah dan memutarkan maksudnya), mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya dan sesiapa yang mengingkarinya maka mereka itulah orang-orang yang rugi. [2:120-121]
Bersambung…
[1] Miim-Lam-Lam = to dictate, embrace a religion, creed/faith.
millah n.f. - 2:120, 2:130, 2:135, 3:95, 4:125, 6:161, 7:88, 7:89, 12:37, 12:38, 14:13, 16:123, 18:20, 22:78, 38:7
amalla vb. (IV) impf. act. 2:282 x3
Lane Lexicon, V7, p: 257, 258. V8: 276, 277
http://www.studyquran.co.uk/PRLonline.htm
No comments:
Post a Comment